May 5, 2011

Cute Drawstring Bag

by my creative art work

 I would like to show you some drawstring bags. Every bag is so cute and I love it. I didn’t make this bags pure by my self. I asked a tailor to create 50 peaces and I made florals painting on it. I didn’t only use many kind of colors like acrylic, dye, and fabric-paint, but also chose various brands of paint to make a cool  painting on it. I was very enjoy doing this work.

I sold these bags to my friends. They bought and some asked me to wrote their initial on their bag. I got money from selling this bags. At the next time I also sold these bags in public area like Taman Ismail Marzuki after my office hours. I brought this bags at the English course class for sell. I find many people were interested to my little bags. I am happy doing this activities.

This experience has inspired me to do more. The next idea is produce some tote bag. I have ordered 50 peaces tote bags that made from canvas. So you have to wait my next creation.

Advertisements
March 11, 2011

The Tulips Painting

by my creative art work

Six Tulips, was painted by Sri MaryantiWhen I was in Senior High School I sent a  letter to The Netherlands Embassy and asked “What does Netherlands country look like?”. I wrote my letter in Indonesian Language because my English was very very bad at that time. Not too long after that the embassy sent me a big envelope that contained some books. Those books told me many things about what The Netherlands has in colorful picture. The Netherlands people have dams, canals, art museums, a big airport and so many marvelous flowers in public area. I was falling in love with tulip flower (an awesome flower that I never see until now). Sometimes in the picture I saw blossomed tulips in big farm and than a farm worker picked and brought those flowers to an auction. The gorgeous flower made me sent letter to the some flower exhibition organizer at Netherlands to got some pictures of tulip flowers but no much information that I got.

Yellow Tullips, was painted by Sri MaryantiI am still curious with the flower. So I like to draw tulips in my book. when I learned to paint, I choose Tulips as my favorite object. I took oil color and canvas and began to imagine tulips flower in my head. I put my two lovely tulips painting in this posting. The two paintings title are “Six Tulips” and “Yellow Tulips”. For several months ago, “Six Tulips” only stood on the easel and I never finished it before. Finally I finished it at 11 Mach 2011. I forget when I finished “Yellow Tulips”. I never put a date on my painting.

February 18, 2011

My Idea in Making Jewelery

by my creative art work

I always get many  things when I go to Shambhala. Shambhala is a small shop with aromatic pleasant smell always spread from this shop and it provides meditation equipments like singing bowl, music for healing, crystal stone, scented incense, etc. I became fascinated by shopkeepers skill in creating jeweleries in this shop. They combined stones and strings became a beautiful necklaces and bracelets that will be sold by this shop. Someday I got a beautiful amethyst and citrine bracelets as a gift. Immediately, I want to rearrange these jeweleries into new shapes. But how can? I didn’t have experience in jewelery making. So I went to a bookstore. There were so many book about Jewelery but I chose Suzen Millodot’s book (Chinese Knots for Bead Jewelery) because it is not only teach a simple jewelery we can create easily, but it also use cheap materials and easy to be found as example. I tried practicing what Suzen said in her book. She gave clear instructions and ilustrations for every type of cord. It’s easy to follow its patterns.

I tried to reconstruct my jeweleries became new type and I also created five a new necklaces. I gave two of jeweleries for my friends as a beautiful gift. Now, I do not need to buy jewelery because I can create it by my self. That is one of what I got from Shambhala and Suzen’s book.

February 17, 2011

Small Bags for Carry Many Things

by my creative art work

I didn’t create art work like painting or handycraft since April until November 2010. I only made a small experience with knot and bead for making some jewelleries at December. At the end of January 2011, I found a textile shop in Jakarta. I saw many kinds of fabric in the shop. I was interested to look unbleached cotton. First time I touched the cream colored cotton I though that it can be alternative for canvas. It would be cheaper than canvas so I bought two metres of this material and brought it to a tailor. I asked her to made small bags with this cotton material.

One week later, the tailor gave me five unbleached cotton bags and then I knew what I have to do with these bags. I took fabric paints and created roses painting on these bags. Finally I have five cute bags with colorful flowers painting on it. I can carry many things like a book, small umbrella, wallet, cellular phone at the same time in these bags. 

March 31, 2010

Percobaan Pertama

by my creative art work

Akhirnya kesampaian juga rencana berjualan produk sendiri di tempat umum. Dengan modal patungan bersama kantor, kami menyewa sebuah stand murah di sebuah acara bazaar di kawasan Taman Ismail Marzuki tanggal 28 Maret yang lalu. Kedengarannya seperti KKN ya? bermitra bisnis dengan kantor sendiri. Tapi jangan khawatir, semua transaksi tercatat dengan benar dan baik dan terlaporkan dengan cepat, transparan serta disertai bukti yang syah. Jadi bermitra dengan lembaga tempat kita bekerja malah sama-sama menguntungkan kedua belah pihak asal jelas pencatatannya. Semua biaya jadi bisa lebih ditekan karena dibayar bersama.

Aku benar-benar merasa senang dengan eksperimen ini. Bukan hanya karena cita-cita berjualan mulai terwujud dengan jumlah penjualan lumayan saja, tapi ada banyak pengalaman berharga lain yang aku dapat. Dalam beberapa jam saja belasan kaosku sudah laku terjual. Senang sekaligus bingung karena kadang keteteran melayani pengunjung. Apalagi kalau sedang dikeroyok banyak pembeli sekaligus yang mereka serempak menanyakan banyak hal yang berbeda-beda. Belum lagi kalau minta dicarikan ukuran yang sesuai dengannya. Tidak jarang aku harus bongkar semua lipatan dan kemasan plastiknya. aktifitas bongkar-bongkar dan merapikannya kembali ternyata sudah inheren dalam kegiatan berdagang. Tapi kalau banyak yang laku, capeknya ilang seketika.

Dari pengalaman berjualan kemarin, ada hal-hal yang lucu sekaligus menjadi pengalaman berharga untukku berikutnya. Kebetulan bazar ini bebarengan dengan acara diskusi dan pentas seni yang banyak dihadiri perempuan dan keluarganya. Tempat itu ramai dipenuhi oleh anak-anak. Tiba-tiba sreeet ….. seorang anak kecil yang tangannya masih belepotan karena habis makan siomai membelai kaos putih yang ku-display paling depan. Hmmm …. kesel tapi juga tidak bisa marah karena ia anak kecil yang tidak aku diketahui dimana orang tuannya. Rasanya tempat ini juga memang cocok untuk berlatih bersabar he.he…

Pengalaman aneh lainnya datang saat serombongan perempuan datang melihat-lihat produkku. Dari penampilannya ia kelihatan orang yang banyak uang. Ia minta dikasih lihat beberapa barang. Bahkan aku telah merelakan dua buah kaos polosku untuk ia cobai sebelum ia memastikan akan membeli yang mana. Akhirnya ia pilih sebuah kaos dan minta disimpankan dahulu. Di akhir acara ia akan mengambil dan membayarnya. Dengan semangat aku simpan dengan rapi titipannya. Sampai di akhir acara, perempuan itu tak segera datang mengambil titipannya. Akhirnya aku samperi dia untuk memastikan apakah ia jadi membelinya. Ia bergaya sok lupa dengan pesenannya kalau tidak aku ingatkan. Terakhir-terakhir ia berbisik di telingaku,

” Sori, sebenarnya aku beli untuk saudaraku. Ia ingin ukuran yang tidak ada disini.”
” Oh? … jadi ? Tanyaku masih dengan pikiran polos.
” Jadi belinya lain kali saja.” Ia masih sempat meminta kartu nama padaku dengan alasan siapa tahu nanti akan pesan.

Hmmm …. tampaknya penampilan bonafit dan sering memperlihatkan keseriusannya membeli di awal bukan jaminan ia pembeli yang serius. Kenapa aku tidak kritis diawal. Kalau ia serius membeli, pasti ia akan bayar langsung diawal meskipun titip. Sayangnya model pengunjung demikian tidak hanya satu. Seorang ibu lainnya bahkan kelihatan berminat dan tidak sayang kehilangan uangnya. Ia terlihat bernafsu sekali ingin memborong beberapa kaos ukuran L dengan gaya titip nanti akan ia ambil. Ternyata ia tidak pernah nongol lagi untuk mengambil barangnya. Padahal beberapa pengunjung lain yang meminta kaos dengan tema dan ukuran yang sama aku tolak demi memenuhi komitmenku untuk menyimpankan pesanan mereka.

Jadi teman-teman, jika kalian sedang menjaga stand dan menjumpai pengunjung dengan gaya demikian lebih baik pastikan bahwa ia akan bayar saat itu juga meskipun titip, atau kalian akan lepas pada pembeli lainnya yang berminat. Tidak ada jaminan ia akan datang memenuhi janji manisnya. Pengalaman ini sesuatu yang baru dan membuatku lebih tahu berbagai macam karakter pengunjung stand kita.

Tentu pembelajaran lebih berharga ketimbang rupiah yang mengalir ke kantong kita. Misalnya saat aku bertemu dengan seorang bapak yang membeli dua kaos untuk puteranya. Ia menyukai tema kaosku dan menyarankan memilih warna-warna yang tidak mudah terlihat kotor seperti abu-abu. Anak-anak suka sekali bermain dan bajunya menjadi cepat kotor. Jadi pilihan warna memiliki fungsi tertentu.

Sebenarnya banyak lagi yang bisa aku peroleh dari pengalaman berjualan kemarin. Yang jelas sekarang aku tidak ragu-ragu lagi membuat banyak kaos untuk stock berdagang. Dari pengalaman kemarin, banyak permintaan yang tidak bisa aku penuhi karena barangnya sudah terjual. Kebetulan aku membatasi jumlah kaos yang aku buat untuk setiap tema. Satu tema aku buat untuk 3 kaos dewasa dan 3 kaos untuk anak-anak dengan ukuran masing-masing small, medium dan large. Ternyata banyak orang yang menyukai tema-tema yang sama. Berikutnya aku akan membuat lebih banyak jumlah kaos untuk setiap tema.

March 22, 2010

Blog Baruku dan Teman Berenang

by my creative art work

Setelah lama blog ini menganggur, akhirnya ada juga kesempatan mengisinya. Rencananya blog ini aku peruntukkan untuk menampung semua catatan proses kreatifku yang berangkat dari hobi melukis. Lama-lama aku merasa hobiku ini banyak berkembang dari segi kualitas maupun jenisnya. Sekarang aku tak hanya tertarik melukis di atas kanvas dengan cat minyak, namun juga sudah mulai menggunakan media cat air dan kertas. Aku juga mulai senang melukis di atas kaos. Jenis hobby yang terakhir ini ternyata banyak mendatangkan penghasilan tambahan. Hingga akhirnya aku bermimpi suatu saat pengin punya bisnis seni dan craft.

Aku juga mulai tertarik melukis di atas porcelain dan juga memanfaatkan jenis-jenis kertas untuk mencoba seni membungkus kado. Niatan untuk mulai berkreasi membuat souvenir pesta berupa taplak-taplak meja kecil dengan lukisan bunga-bunga juga makin kuat terbersit.

Rasanya masih banyak yang ingin aku lakukan. Seperti tempo hari waktu jalan-jalan ke toko buku sempat melirik sebuah majalah tentang wirework. Pengin banget mencoba seni merangkai kawat ini dan menjadikannya perhiasan cantik untuk para perempuan. Apalagi sebelumnya sudah sering melihat karya-karya teman-temanku di situs jaringan Art Hobby Craft. Wah … project mereka keren-keren. Aku banyak terinspirasi dengan karya-karya anggota situs itu. Belakangan ini aku nemu Artis Daily, sebuah web bagus yang menyediakan segalanya untuk belajar seni. Aku seperti menemukan tempat kursus geratis di sana. Kita bisa mendownload berbagai e-book menarik, menonton video mengenai pelajaran melukis, berinteraksi dengan para seniman di seluruh ameriak dan banyak lagi. Aku makin semangat untuk terus berada di dunia ini.

Ternyata banyak sekali keinginanku ya. Rasanya pengin sekali menuruti semua keinginan tersebut. Aku yakin itu bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. Cuman saat ini belum memiliki cukup waktu luang untuk mewujudkannya. Sekarang ini aku masih bekerja di sebuah lembaga penelitian. Aku sering harus pergi ke daerah pedalaman di luar pulau dalam waktu yang lama. Setalah kembali ke Jakarta, biasanya pekerjaan menuliskan laporan dengan segunung berkas yang mesti diperiksa lembar demi lembar menanti. Tapi untungnya masih ada waktu luang di malam hari dan dini hari untuk memuaskan keinginan melukis. Sampai sekarang aku sudah menghasilkan beberapa lukisan di kanvas, mendesign puluhan kaos yang sudah laku dijual, bikin greeting card untuk keperluan sendiri. Berikut aku juga upload hasil lukisan terakhirku di atas kanvas.

Aku tahu, sebagian dari yang aku inginkan diatas masih dalam taraf mimpi. Namun aku saat ini aku sudah mulai menjejakkan kaki untuk melangkah menggapainya. Aku menyadari benar bahwa sat ini aku berada dalam pergulatan antara mimpi dan perwujudannya. Seperti berenang dari satu sisi kolam renang ke sisi lain di seberangnya. Perlu tenaga untuk bergerak, perlu keyakinan dan pelu kreatifitas terus.

Nah … blogku ini akan kupakai sebagai teman dalam perjalanan berenang menuju seberang nanti. Setidaknya saat aku punya mimpi-mimpi, dan kugoreskan dalam halaman blog ini maka mimpi tersebut tidak akan mudah hapus dan makin terasa nyata.